Kumulai hari ini pada saat matahari tenggelam. Mungkin kamu bertanya. Kenapa begitu? Jujur ku katakan sesuangguhnya aku adalah wanita sesungguhnya. Bukan karet. Bukan pula hasil rekayasa plastik atau zat kimia lainnya. Aku tulen, seorang wanita untuh.
Mungkin memang ada yang tidak percaya. Tapi biarkanlah mereka yang tidak percaya. Aku tidak akan memusingkannya. Kembali kubercerita. Malam ini kenapa terasa berbeda sekali? Aku tersadar kalau malam ini adalah malam Minggu.
Malam di mana muda-mudi saling adu gaya dan memadu kasih ala monyet. Begitu istilahnya. Aku terjebak di antara keramaian. Suara-suara yang berasal dari mulut beratus jiwa, menyatu dan menghasilkan suara dengung. Dengung yang semakin kencang dan bergaung di telinga. Mereka bicara apa? Aku pun mencoba peka. Memandang sekelilingku. Hingga pandanganku melamur dan aku merasa aku terhisap bumi.
Tidak!
Tempatku bukan di sini! Aku bisa gila dengan segala pergerakan mereka yang tidak berorientasi. Mereka sedang apa? Mereka bicara apa? Mereka... Mereka... Mereka siapa?
Aku ingin pulang. Aku ingin pulang ke ruanganku yang tak bernama,
...namun mempunyai berjuta makna.
2 komentar:
mulai lagi, malam mingu seperti malam-malam yang lain dd
malam minggu sepi ya ?
Posting Komentar