Mita M. Supardi

Kamis, 19 Februari 2009

Ponari Membunuhku dengan Tawa

Pagi-pagi saya sangat cerah ceria. Terlebih karena saya yang ingin mensituasikannya seperti itu. Ya, karena saya tau keadaan saya sedang tidak baik. Bukan fisik. Saya mencoba mengais detail-detail penyemangat untuk membuat saya termotivasi dan terus bisa punya semangat untuk menjalani hari ini.

Hal pertama yang saya ingat adalah mata kuliah pagi ini. Saya pun segera merangkai hal-hal apa saya yang bisa membuat saya senang dengan mata kuliah ini. Ya, tidak terlalu buruk. Saya pun terdorong untuk hadir pada kuliah pagi ini. Selanjutnya, titik-titik persinggahan berikutnya tepat setelah kuliah pagi.

Tapi di tengah saya sibuk berpikir emm..ralat melamun, papah menelpon saya. Saya menjawab. Cukup kaget, karena papah mengawali sapaannya dengan suara tawa yang renyah.

"Good. Awal yang bagus." ucap saya dalam hati.

Kemudian papah membuka topik pembicaraan hariannya. Yaitu: menanyakan kabar saya dan apakah ada kuliah pagi ini. Hingga pembicaraan pun bergulir menjadi headline baru pada bincang pagi saya dannya pagi tadi. Bicara tentang Ponari-dukun cilik dari Jombang. Hahaha... ternyata papah tertawa di awal telpon tadi adalah karena beliau menerima email milis yang membuatnya tergelak. Ia pun katakan ia akan forward.

Lalu... TADAAA!!! Saya pun ikut tertawa! Argh.. Thank you, mon pere! I love you so much. Hari ini saya bahagia. Ya, saya katakan itu. Sejujurnya. Hihihi...

Tidak ada komentar: