Mita M. Supardi

Selasa, 31 Maret 2009

Partai Abal-abal???

Gue nonton berita pagi. Kemudian ada sebuah wawancara ringan sambil berdiri antara news anchor dengan kader partai. Ceritanya ngebahas tragedi situ gintung. You know what, kader yang ditodong mic itu berdiri dengan gaya sangat sombong (baca: tidak ada wibawa=ca'ur), diikuti dengan beberapa pria dan beberapa wanita yang berdiri di belakangnya.

Ketika news anchor bertanya siapakah yang bersalah dalam tragedi ini, si jubir partai ini langsung dengan lantang mengatakan kalo tragedi ini sepenuhnya adalah kesalahan pemerintah. Lalu ditanya lagi, pemerintah yang manakah, dijawab lagi, yang bersalah adalah pemerintah secara keseluruhan. Pria sombong itupun bilang kalo pemerintah itu sangat lamban menanggapi tragedi itu, eh dengan babinya dia langsung cerita kalo partainya buka posko di sana, meski ga banyak dia bilang yang penting bantuannya sampai. Trus dia juga bilang ga perlulah membantu dengan kami pakai kaos partai dan gembar-gembor itu dari partai. Aaarrgh... BOHONG BANGET!!! Lah itu...katanya ga mau bilang-bilang, tapi dengan dia ngomong di TV, itu apaaa??!! Dasarr!

Gue rasa ni orang emang kaga make otak kalo mo ngomong. Gue pun langsung ngusap-ngusap perut sambil bilang, "amit-amit gue punya pemimpin macam gitu!"

Tidak hanya masalah tragedi situ gintung yang dia maki-maki pemerintah. Tapi tuh orang juga bilang kalo pemilu itu abal-abal. Karena (masi menurutnya) KPU itu masih suka ngubah peraturan, makanya hasil pemilu pun ikut abal-abal. Eh ujung-ujungnya dia bilang, makanya pilih partainya. Dia dengan enteng bilang semua akan teratasi. Cuih! Apa iya?!!

Semua pertanyaan news anchor dijawab dengan cara menjelek-jelekkan orang lain (baca: pemerintah dll.) dan merendahkan dirinya untuk meninggi. Whadda ffffff!!!!
Makin keliatan kalo partai mereka itu yang abal-abal. Menurut gue, orang macam begitu mah jangan sampe mimpin bangsa!!!