Mita M. Supardi

Jumat, 15 Mei 2009

Kesedihan

Apa sih yang membuat kita sedih? Jawabannya banyak hal. Terkadang disaat sedih, pernah tidak terpikir ingin berlari, berteriak, dan tidak ingin ada orang yang menghiraukan kita? Saya pernah begitu. Bahkan ingin sekali, sesekali begitu. Tapi kendalanya, terlalu banyak aspek yang harus saya pikirkan untuk bisa saya berbuat begitu.

Beberapa hari ini, saya menemui beberapa orang yang sedang sedih. Awalnya hanya menebak dan berharap tebakan saya itu salah. Tapi ternyata benar. Wajah, terutama mata mereka tidak bisa berbohong. Saya mau tanya, apa semua orang bisa peka terhadap kesedihan orang lain? Humm.. karena saya merasa saya cukup peka. Orang-orang yang sedang sedih, membuat saya sedikit banyak ikut sedih secara rasa. Dan entah saya selalu ingin bisa membantu mereka yang sedih jika mereka menginginkannya. Terkecuali jika saya yang menjadikan mereka sedih. Oh please. Pasti saya akan bersegera menyelesaikannya.

Lagi. Ini tentang seorang teman yang beberapa hari lalu bercerita pada saya. Ia merasa dirinya hancur. Saya pun bertanya padanya, ada apa dengannya. Tanpa maksud ingin ikut campur dalam masalahnya, ini murni karena saya hanya ingin membantu jika dia memerlukannya. Dia pun menjawab. Dia merasa hancur karena ia baru saja diputuskan oleh kekasihnya. Lalu dia bercerita bagaimana ia sebegitu sedih dan kecewanya.

Padahal kalau coba mengejar pertanyaan demi pertanyaan alasan mengapa kita bersedih, pastilah kita akan mendapatkan daftar yang panjang. Lalu setelah seperti itu, akan kita apakan? Toh semua sudah terjadi dan nyata ada di hadapan kita. Menghindar? Apa dengan menghindar semua akan menjadi baik? Tentu tidak. Justru dengan menghindar akan membuat hati kita semakin rapuh dan lemah. Percaya atau tidak, saya merasakan hal itu beberapa hari yang lalu. Ketika saya rasanya ingin diam saja di rumah tanpa melakukan apa-apa, tapi hari itu saya dituntut untuk melakukan aktivitas saya sebagaimana biasanya. Sulit. Cukup sulit. Tapi mau bagaimana lagi, toh dengan saya menghindar juga tidak akan mengubah apapun yang sudah terjadi.

Sebaiknya, ketika ingin menghindari sesuatu yang memang seharusnya kita hadapi, ya hadapi saja. Anggap saja itu adalah bagian dalam kehidupan yang memang harus kita hadapi dan kita lewati. Berikan saja sugesti pada diri sendiri, "saya akan jalani hari ini dengan baik." Meskipun di sisi lain justru kita ingin tidak menjalaninya. Tapi sungguh, semua akan terasa tidak terlalu berat. Yah, mungkin saran saya membantu.


Menjadi bahagia itu tidak sulit. Yang sulit adalah justru bagaimana membuat hati dan pikiran yang sedang sedih menjadi bahagia. Mau atau tidak mau, pasti harus ada harga yang kita bayar untuk suatu kebahagiaan bukan? Kalau harga yang harus kita bayar itu adalah melawan rasa sedih dalam diri, bukankah itu tawaran yang sangat menyenangkan?

Oia, ada satu hal lagi yang mau saya sampaikan. Ini tentang petuah bijak yang pernah saya baca dari buku yang entah saya lupa apa judulnya. Intinya, kita yang sedang bersedih, percayalah akan ada kebahagiaan sesudahnya. Maka ketika kita sedang bahagia, jangan terlalu terlena kita akan kebahagiaan tersebut. Karena akan kesedihan setelahnya.

Percaya atau tidak, saya sih percaya. Karena selalu begitu. Hihi..

Anyway, buat semua yang sedang bersedih, maaf saya tidak bisa bantu apa-apa. Tapi semoga tulisan ini bisa membantu kalian ya. Karena sejujurnya hal ini juga sedang saya perjuangkan sekarang. Hahaha..

Cheers,
Michan.

13 komentar:

Anonim mengatakan...

hmmm pas memang, emang mata itu jendela hati ya!

Mita M. Supardi mengatakan...

kalau mata adalah jendela hati, lalu hati? hmm..

Anonim mengatakan...

hehehe,, makasih ya uda di share..
sy jg sng nulis..
tp ndak punya blog..
*loh kok curcol..
hahaha..

menjadi bahagia itu ndk susah.
coba liat sekeliling anda..
ada yg jauh lebih sedih dr kita..
jd pantaskah kita bersedih sesedih sedihnya???
contoh : menangis sehari semalam

LET THE PAST BE THE PAST

galuh hadiwandowo

Mita M. Supardi mengatakan...

terima kasih, Galuh.
Senang menulis tidak selalu harus memiliki blog, kan. Hehe..

Menangis sehari semalam kalau memang setelahnya beryakin tidak ada air mata lagi, kenapa tidak? haha.. pengalaman banget aka curcol. Haha..

Anonim mengatakan...

tapi biasanya itu akan berlangsung berhari hari berminggu minggu..
heheheehe..

curcol gak dosa kok michan..
ekeekekeke...

galuh hadiwandowo

Nicea Gunawan mengatakan...

setuju, chan..

ya, seringkali juga gue terlena sama yang namanya kebahagiaan tanpa prepare buat kesedihan.. dan hasilnya, si 'sedih' soyan banget menghampiri hidup gue *lebai, haha

but, be ready, happiness in coming, chan :)

Nicea Gunawan mengatakan...

salah ngetik!! haha..

*soyan = doyan
*in = is

maap y, bibeh, hahha

beletre13 mengatakan...

hehe, emang pelik bgt antara bahagia dan sedih mah...
tetapi kesedihan, sebuah titik jenuh saat berkecamuknya rasa ketidakpastian,kekecewaan,susah maupun amarah akan selalu mencari, sesempit apapun jalan menuju sebuah pengakuan, sebagaimana kita mudah mengaku, berbagi, serta membagikan kebahagian pd org lain.
jadi, pada hakikatnya semua orang ingin bahagia tapi bagaimana kita menyadari dan merasakan kebahagian tanpa mengenal yang namanya kesedihan...
aduh, chan maaf jadi panjang gini ga kerasa ngetik aja trus..hehehe.
Semangat yah, chan. :)

Mita M. Supardi mengatakan...

@ galuh: berhari-hari dan berlarut-larut..tiba-tiba mata udah sipit sembab bawang bombay. Ahahaha...

Mita M. Supardi mengatakan...

@ nicea: kebahagiaan itu memabukkan. ahaha.. setuju?

Mita M. Supardi mengatakan...

@ beletre13: gpp Indra, hehe..
btw, kesedihan dan kebahagiaan itu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, menurut saya. Karena kita bisa merasakan kebahagiaan dan mengatakan sesuatu itu adalah kebahagiaan, karena kita tau bagaimana sedih, bukan?

Sama halnya dengan si pintar dan si bodoh. Tidak mungkin ada yang disebut pintar, kalau tidak ada yang disebut bodoh. Begitu juga dengan kebahagiaan. Dikatakan bahagia, karena ada sedih, kan. Hehehe..

beletre13 mengatakan...

SETUJU...chan!

Anonim mengatakan...

KETIKA HARAPAN HILANG…
KITA DIHADAPKAN PADA CAHAYA DAN KEGELAPAN…

KETIKA HARAPAN HILANG…
KEYAKINAN BERUBAH MENJADI AIR MATA PENYESALAN..

KETIKA HARAPAN HILANG…
PERNAKAH KAU PERTANYAKAN PADA JIWA HATI DAN PIKIRAN…
AKAN ARTI DARI SEBUAH HARAPAN…

HARAPAN MUNCUL DARI SEBUAH KEYAKINAN…
KEYAKINAN MUNCUL DARI SEBUAH PEMAHAMAN..
PEMAHAMAN MUCNCUL DARI PENGERTIAN RASA AKAN JIWA HATI DAN PIKIRAN…
PENGERTIAN MUNCUL DARI SEBUAH KETULUSAN DIMANA EGO KAU MATIKAN AMBISI KAU LUPAKAN, MEMBIARKAN HATI JIWA DAN PIKIRAN BERDIALEKTIKA DENGAN KEHIDUPAN DLAM BENTUK SIKAP DAN PERBUATAN…

AWALI LAH SEBUAH HARAPAN DENGAN KETULUSAN…
HINGGA AKHIRNYA KAN KAU TEMUKAN APA YANG SEBENARNYA KAU BUTUHKAN DALAM KEHIDUPAN…