Mengamuklah seisi rumah. Pada heboh buat ngabsenin gue udah mandi apa belom. Udah gitu setelah insiden gue berenang kemaren itu, gue ditodong sederet daftar olah raga yang harus gue kerjakan. Mamah dan aunty berniat menggencarkan misi menguruskan badan gue yang pada liburan ini sudah naik DELAPAN kilo. Delapan kilo, sodara-sodara! Apa ada yang salah?
Menurut gue sih yang salah adalah timbangan dan pandangan mereka-mereka yang bilang kalo gue ini overweight. Oh please.. *pembenaran diri*
Tapi yaa..sudahlah ya. Mungkin inilah saatnya gue menyadari dan menerima kalo badan ini tak kompromi lagi dengan baju dan celana. Huehehehe.... parah! Mungkin inilah pengaruh liburan yang dihabiskan waktunya di dalam kamar dan bersemedi dengan memakai baju daster.
Setelah gue tilik-tilik lagi. Ternyata memang liburan ini lebih banyak gue habiskan bersama program pengolah kata alias si Lepito Roberto. Ahaa! Memang bukan ide bagus berdiam diri di kamar dengan makanan dan daster. Paduan yang berbahaya. Lihat saja, sebelum gue ke Bontang, berat gue udah nambah. Nambah banyak, jelasnya.
Lalu setelah di Bontang, eh makin parah!
Humm.. tapi lumayan terhibur soalnya bentar lagi kan bulan puasa. Jadi bisa ibadah sekalian memperbaiki pola makan juga. Aih! Tapi kalo misi Mamah dan aunty untuk membuat gue kurus, itu IMPOSSIBLE! Hahahaha... can't stop mengemil nih! Jadi yaaa.... pasrah aja deh! Gyahahahahaaa....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar