Tepat pukul 7 malam. Saya baru sampai pavi tercinta. Muka masih basah dan kucel ditambah pakaian yang terasa sangat lembab. Tapi hasrat untuk segera posting sangat menggebu.
Hari ini saya merasa hari terbaik. Kenapa? Karena secara mendadak dan penuh rasa spontanitas, saya mengganti jadwal saya dengan ikut hunting foto bersama Gege.
Awalnya sih mau hunting-nya mu di Bandung aja. Gege mengusulkan di stasion Bandung. Oh OK, meluncurlah saya dan Gege beserta Poki-si bebek cinta. Huhu. Udara sangatlah panas.
Lalu, sampailah kami di stasion Bandung. Diam-diam saya pikir, kenapa tidak sekalian saja kami naik kereta. Kebetulan ada KRD yang nangkring. Isenglah saya mengajak Gege untuk kita naik KRD.
saya : Yuk ah naik KRD!
gege : (menatap saya tidak percaya) Ha? AYO!!!
saya : Haha.. bener ya! (make sure!)
gege : Gila lu! Gokil!
Gege mengucapkannya sambil geleng-geleng kepala tidak percaya. Berkali-kali ia melihat ke arah KRD dan saya. Mungkin dalam hatinya bilang, "Gila ni orang!"
Jujur. Saya juga tidak terpikir untuk naik KRD. Yaa, abisnya mau ke mana naik KRD? Gege juga sempat bertanya pada saya. Dengan mantap saya menjawab, "kita ke Cicalengka! Hahaha..."
Gege membelalakkan mata dan angguk-angguk kepalanya.
Yah. Memang cukup mengejutkan. Karena saya mengajaknya pada tujuan akhir kereta KRD, yaitu: stasion Cicalengka.
Perjalanan pun dimulai.
Keadaan kereta tidak terlalu ramai. Tapi sungguh sudah mulai ada sensasi dalam diri, bahwa saya akan menyukai perjalanan ini.
Aih. Berbagai macam rupa ada di sini. Untungnya bermacam bau tidak terlalu mendominasi. Mungkin karena cuaca berubah mendung dan udaranya terasa dingin. Saya dan Gege mulai berfoto. Tak lupa punten sana sini dan sedikit perbincangan dengan berbagai orang dengan inti-inti yang sama.
Tapi ada seorang laki-laki. Dibilang muda, engga. Dibilang tua, juga enggak. Nah, dia itu selalu bicara. Banyak sekali. Dia mendongeng tentang apa yang sedang kami lihat dan dia tunjukkan. Tentang banjir lah, tentang curug lah, juga tentang gunung yang mirip sama candi. Wow. Dia bicara layak tour guide ke wisatawan lokal yang super sarap seperti saya dan Gege.
Perjalanan kurang lebih satu jam, sampailah kami pada perhentian terakhir. Stasion Cicalengka.
Wohoho..banyak sekali orang! Suasana stasion kecil ini sungguh asing buat saya yang tidak pernah sama sekali ke sana.
Turun kami. Oh rasanya mengapa semua mata tertuju pada kami ya? Apakah saya terlihat seperti zombi-muda-bergaya-kah? Atau saya terlihat seperti caleg yang akan berkampanye di stasion itu? Hahaha...
Saya tak tau jelas.
Lanjut, saya dan Gege keluar dari stasion itu. Yang ada kami bingung mau ke mana. Dengan penuh rasa ke-bolang-an dan sok tahu, saya dan Gege berjalan saja. Seolah membiarkan ke mana angin membawa kami. Nggak lama ada seseorang yang berjalan sejajar dengan kami. Eh ternyata 'tur gaid' yang tadi di kereta. Dia berjalan bersejajar dengan kami, hanya untuk menunjukkan sebuah jembatan yang tadi ia ceritakan di kereta.
Kata mang tur gaid tadi, dia bilang fungsi jembatan itu adalah untuk menunggu kedatangan gitu. (Hmm...see? ternyata bukan di bandara aja ada tempat nunggu. Hehe.. saya dengan senang menyebut jembatan itu adalah JEMBATAN PENANTIAN.
Lah..lah.. Nggak taunya pas kami sudah naik ke jembatan, di ujung lain jembatan itu, terlihat seorang wanita-muda-berjilbab yang sedang berdiri sendiri. Sendu bin syahdu sekali saya lihat. Karena dia hanya berdiri diam dan membiarkan kerudungnya berkibar tersibak angin yang cukup kencang. (hingga saya bisa merasakan jembatanpun sedikit goyang) Mengerikan!
Selain itu juga, saya melihat ada tulisan pesan di jembatan tersebut.
So sweet, bukan? Humm..apa jangan-jangan cewek berjilbab itu sedang menunggu kekasihnya yang bernama Alex? Kemudian sampai membuatnya terinspirasi untuk menuliskannya pada besi jembatan?
Hehehe... yayaya... terkadang kenyataan lebih gila dari sebuah fiksi! Eh terbalik? Argh..enggak kok! Hehehe...
Kemudian.. nggak lama ujan datang. Buru-buru saya dan Gege turun. Lalu kami memutuskan kembali ke stasion. Belilah kami tiket eh karcis pulang ke Bandung. Karena sebelum kami tidak terselamatkan untuk kembali ke Bandung, kamipun membelinya. Hahaha.. sampai Gege bilang, "Save the tickets with your soul" Hahaha...apaaa juga!
Sampai di stasion, saya dan Gege makan kupat tahu + minum teh + minum kopi di sebuah lapak milik seorang ibu. Di bagian lain stasion, kami melihat ada yang sedang berkaraoke. Awalnya Gege mengira itu adalah salah satu bisnis karokeannya orang sini. Yeah, semacam KTV bermerek NAV, Inul Vista, Happy Puppy, dll. Oh ternyata bukan. Itu bukan karokean yang dikomersilkan.
Ketika saya dan Gege selesai makan dan minum, kami pun lanjut menulis. Eh ada pria tur gaid yang tadi lagi. Dia duduk di samping saya. Lagi-lagi mengajak berbicara.
Tak lama ada dua orang cowok menghampiri kami. Terlihat sekali hasrat mereka untuk berkenalan. Ah. Untungnya mereka sopan dan baik. Meskipun wajah mereka itu kriminal!
Berceritalah sana sini. Sampai mereka mengajak kami untuk berkarokean. Hahaha... finally, saya menyanyi. Tapi karena keterbatasan CD karoke, saya pun diputarkan album ST12. (mentang-mentang lagi di stasion kali ya!) Ohoo... pas didaulat nyanyi, sumpahnya saya deg-degan. Edan banget! Semua mata tertuju sama saya dan mereka memberikan sambutan yang sangat meriah dan gegap gempita *oh OK tralu lebay!* tapi memang gitu adanya. Waduh! Macam saya lagi di audisi KDI nih! Hahahaha... so far, saya senang banget. Sayangnya, Gege tak mau ikut menyanyi. Malu katanya tak bisa menyanyi.
Hahaha. Jadilah saya berduet dengan pria yang mengaku bernama Viky (pria kurus berambut mohawk). Suka sekali dia menyanyikan lagu itu. Saya pun ikut menyanyi, thanksgod-nya lagu itu sering jadi ost. sinetron kan. Jadi agak terbantu lah karena iklan-iklan sinetron itu. Hahaha.
Baru kali itu deh bisa gabung dengan preman stasion yang ternyata kalo dia difoto, pasang gayanya mirip banget sama para ABG labil. Oh sungguh centil! Hahaha...
Karokean pun semakin seru. Sensasi berkaroke di stasion adalah hal gila yang saya lakukan hari ini! Belom lagi semua ikut bernyanyi dan udara dingin pun berubah hangat. Sampai, kereta yang akan saya dan Gege naikin sudah datang. Kami pun bersalaman dan pamit undur diri. Hoho. Kami pun kembali menikmati suasana kereta. Kali ini benar-benar menikmati.
Kami duduk di gerbong paling belakang. Setelah sempat Viky dan Arief mengantarkan kami hingga masuk ke kereta dan menitipkan kami pada mamang jualan yang ada di kereta (kebetulan waktu perjalanan berangkat tadi juga, saya dan Gege sempat berbicang juga dengan mereka. Yaa..jadi sudah kenal lah ya.)
Viky dan Arif terus berpesan lagi, supaya kami tidak berjalan-jalan ke gerbong tengah atau depan. karena tidak akan aman buat kami. Aih. Baik kali mereka itu. Hahaha.. salam perpisahan pun terjadi. Kereta mulai melaju. Di gerbong itu hanya ada sekitar 6 orang termasuk kami. Jadi sangatlah cozy buat saya dan Gege.
Jelas memang melelahkan, tapi saya merasa hari ini adalah hari terbaik saya. Baiklah, saya mau mandi dulu ya. Dadah semua.
PS: ENAM JAM melepaskan diri dari lingkungan dan aksesoris HEDON ternyata lebih BERHARGA dari sehari yang dihabiskan dengan kemunafikan.
Happy Weekend y'all ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar